Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika

Translate

Jumat, 15 April 2016

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

Pengertian Lembar Kegiatan Siswa

Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran berisi tugas yang di dalamnya berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. LKS dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen dan demonstrasi (Trianto, 2007:73).
LKS Lembar Kegiatan Siswa merupakan materi ajar yang dikemas sedemikian rupa agar siswa dapat mempelajari materi tersebut secara mandiri (Sutanto, 2009:1). Pengertian LKS yang dikemukakan oleh Badjo (1993:8) yaitu LKS ialah lembar kerja yang berisi informasi dan perintah/instruksi dari guru kepada siswa untuk mengerjakan suatu kegiatan belajar dalam bentuk kerja, praktek, atau dalam bentuk penerapan hasil belajar untuk mencapai suatu tujuan.
Pengertian LKS Lembar Kegiatan SIswa

LKS Lembar Kegiatan Siswa

Hidayah (2008:7) menjelaskan bahwa LKS merupakan stimulus atau bimbingan guru dalam pembelajaran yang akan disajikan secara tertulis sehingga dalam penulisannya perlu memperhatikan kriteria media grafis sebagai media visual untuk menarik perhatian peserta didik. Sedangkan isi pesan LKS harus memperhatikan unsur-unsur penulisan media grafis, hirarki materi (matematika) dan pemilihan pertanyaan-pertanyaan sebagai stimulus yang efisien dan efektif.

Tujuan dan Manfaat Pembelajaran Menggunakan LKS Lembar Kerja Siswa

Depdiknas dalam panduan pelaksanaan materi pembelajaran SMP (2008:42-45) alternatif tujuan pengemasan materi dalam bentuk LKS adalah :
  1. LKS membantu siswa untuk menemukan suatu konsep LKS mengetengahkan terlebih dahulu suatu fenomena yang bersifat konkrit, sederhana, dan berkaitan dengan konsep yang akan dipelajari. LKS memuat apa yang (harus) dilakukan siswa meliputi melakukan, mengamati, dan menganalisis.
  2. LKS membantu siswa menerapkan dan mengintegrasikan berbagai konsep yang telah ditemukan
  3. LKS berfungsi sebagai penuntun belajar LKS berisi pertanyaan atau isian yang jawabannya ada di dalam buku. Siswa akan dapat mengerjakan LKS tersebut jika membaca buku.
  4. LKS berfungsi sebagai penguatan
  5. LKS berfungsi sebagai petunjuk praktikum 
Pada proses pembelajaran yang berpusat pada guru akan terjadi interaksi satu arah dimana guru menerangkan, mendikte, dan memerintahkan, sedangkan siswa hanya akan mendengar, mencatat dan mematuhi semua perintah guru. Pada proses pembelajaran yang berpusat pada siswa akan terjadi interaksi antara siswa dengan guru, dan antarsiswa karena dalam pola ini siswa memperoleh informasi dari berbagai sumber, misalnya dari perpustakaan, luar sekolah atau pengamatannya sendiri.
Manfaat LKS Lembar kegiatan siswa lainnya adalah dapat membantu guru dalam mengarahkan siswanya untuk dapat menemukan konsep-konsep melalui aktivitasnya sendiri atau dalam kelompok kerja. Selain itu, LKS juga dapat digunakan untuk mengembangkan ketrampilan proses, mengembangkan sikap ilmiah serta membangkitkan minat siswa terhadap alam sekitarnya. Akhirnya LKS juga memudahkan guru untuk melihat keberhasilan siswa dalam mencapai sasaran belajar.
Referensi :
http://www.kajianteori.com/2014/02/pengertian-lks-lembar-kegiatan-siswa.html

TUGAS MEMBUAT LKS



                                                                  Massa Jenis
Massa Jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air).
Satuan SI massa jenis adalah kilogram per meter kubik (kg·m−3)
Massa jenis berfungsi untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda. Dan satu zat berapapun massanya berapapun volumenya akan memiliki massa jenis yang sama.
Rumus untuk menentukan massa jenis adalah
\rho = \frac{m}{V}
dengan
ρ adalah massa jenis,
m adalah massa,
V adalah volume.
Satuan massa jenis dalam 'CGS [centi-gram-sekon]' adalah: gram per sentimeter kubik (g/cm3).
1 g/cm3=1000 kg/m3
Massa jenis air murni adalah 1 g/cm3 atau sama dengan 1000 kg/m3
Selain karena angkanya yang mudah diingat dan mudah dipakai untuk menghitung, maka massa jenis air dipakai perbandingan untuk rumus ke-2 menghitung massa jenis, atau yang dinamakan 'Massa Jenis Relatif'
Rumus massa jenis relatif = Massa bahan / Massa air yang volumenya sama.
Untuk memahami lebih lanjut, lakukan Percobaan seperti berikut!

Lampu Lava Sederhana

Alat dan bahan :
1. Gelas minum bening
2. Minyak sayur
3. Garam
4. Air
5. Pewarna makanan

Langkah Kerja :
1. Tuangkan air ke dalam gelas sekitar 3/4 nya
2. Tambahkan 5 tetes pewarna makanan (warna bebas tergantung selera)
3. Tuangkan secara perlahan-lahan minyak sayur ke dalam gelas. Usahakan agar minyak sayur berada pada lapisan            teratas
4. Kemudian taburkan 1 sendok garam di atas lapisan minyak
     Perhatikan fenomena yang terjadi, jika perlu tambahkan 1 sendok garam lagi untuk melihat efeknya berlanjut

Jelaskan fenomena yang terjadi!

Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Massa_jenis

POSTER

POSTER

   Poster merupakan salah satu media yang bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari entah itu dijalan, sekolah, tempat kerja, mall, dan banyak tempat-tempat lainnya. Menurut pengertianya, Poster atau plakat adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat.
Poster bisa menjadi sarana iklanpendidikanpropagandasosialisasi dan dekorasi. Selain itu bisa pula berupa salinan karya seni terkenal. Cat poster biasa juga disebut cat plakat karena meniliki sifat yang pekat, sifatnya datar cocok untuk menggambar dekoratif.

Macam-macam Poster

Berdasarkan Isinya :
  1. Poster Niaga, poster ini umumnya menawarkan produk suatu perusahaan.
  2. Poster Kegiatan, poster ini menginformasi kegiatan kepada khalayak ramai.
  3. Poster Pendidikan, poster ini ditujukan untuk hal-hal bertemakan pendidikan.
  4. Poster Layanan Masyarakat, poster mengenai layanan umum pemerintah.
Berdasarkan Tujuannya :
  1. Poster Propaganda, poster ini pengaruh sangat kuat terhadap masyarakat
  2. Poster Kampanye, poster yang seringkali terlihat menjelang Pemilu.
  3. Poster "Wanted" atau "Dicari", poster ini umumnya untuk mencari orang.
  4. Poster "Cheesecake", poster ini dibuat untuk mencari perhatian masyarakat.
  5. Poster Film, poster ini mempromosikan film agar dikenal masyarakat.
  6. Poster Kartun, ini adalah poster publikasi dari komik-komik kartun.
  7. Poster Afirmasi, poster ini tujuannya untuk memperikan motivasi.
  8. Poster Riset, poster ini mempublikasikan riset dan penelitian.
  9. Poster Kelas, poster ini bisa kita jumpai didalam kelas-kelas sekolah.
  10. Poster Komersil, poster ini bertujuan untuk kepentingan komersil.

Tujuan Poster

Tujuan dibuatnya poster adalah untuk mengajak, membujuk atau menghimbau masyarakat untuk melakukan sesuatu seperti yang telah ditulisakan dan digambarkan didalam poster tersebut. Tujuan poster tersebut harus tersampaikan kepada masyarakat banyak, untuk itu umumnya kita melihat poster-poster terpampang jelas ditempat-tempat yang begitu strategis seperti jalan-jalan utama, pasar-pasar, dan tempat-tempat lainnya.




Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Poster
http://posterina.blogspot.com/2014/04/pengertian-poster-serta-tujuannya.html
http://visual.ly/energy-sports

Senin, 04 April 2016

ALAT PERAGA

OLEH KELOMPOK 7 :   1.      Nikmatul Fauziyah
                         2.      Siti Nurur Rohmah
                         3.      Muhammad Yusuf
                         4.      Ummi Nuzulul Fitroh
 
A.    Nama alat peraga: Roket air
B.     Tujuan: Menjelaskan Konsep Fisika Melalui Media Roket Air
C.     Alat dan bahan:
1.      Botol bekas
2.      Pompa
3.      Gunting
4.      Selotip
5.      Lem kertas
6.      Tanah lempung
7.      Kertas
8.      Kartom tipis
9.      Gabus
D.    Langkah-langkah pembuatan:
1.      Gulung sepotong kertas menjadi kerucut. Ini akan menjadi hidung kerucut pada roket, bebaskan untuk menggunakan kertas berwarna atau kertas bermotif untuk menambahkan desain pada roket.
Gambar berjudul Build a Bottle Rocket Step 2
2.      Bungkuslah hidung kerucut dengan selotip. Ini akan membuat hidung roket lebih kuat dan tahan air.
Gambar berjudul Build a Bottle Rocket Step 2Bullet1 
Gambar berjudul Build a Bottle Rocket Step 3
3.      Tempelkan hidung roket pada dasar botol. Kita dapat menggunakan lem atau selotip. Cobalah untuk menempelkan dengan lurus pada botol dan pastikan terpasang dengan kuat.
Gambar berjudul Build a Bottle Rocket Step 4
4.      Ambillah karton yang tipis dan potong 3-4 buah segitiga. Karena ini akan menjadi sirip dari roket, cobalah untuk memotong degan sudut yang tepat supaya dapat membuat roket berdiri tegak.
a)      Gunakan karton, kertas konstruksi, atau map dari karton manila sebagai bahan membuat siripnya.
b)      Letakkan sirip roket pada bagian bawah roket.
c)      Tekukkan “tab” pada sisi-sisi sirip supaya dapat ditempelkan pada badan roket dengan mudah. Lalu, rekatkan atau lem untuk memasangnya.
d)     Jika kita menjajarkan bagian bawah sirip dengan bagian bawah roket, maka roket akan dapat berdiri sendiri.
Gambar berjudul Build a Bottle Rocket Step 5
5.      Tambahkan pemberat untuk memberatkan roket. Pemberat dapat berupa bahan apa pun yang memiliki bobot untuk roket dan memastikan roket dapat mendarat setelah diluncurkan.
a)      Gunakan lempung atau Play Doh sebagai pemberat karena bahan ini lembut, dapat dibentuk, dan tidak seperti kerikil atau kelereng, lempung tidak akan keluar dan tertumpah berantakan saat roket diluncurkan.
Gambar berjudul Build a Bottle Rocket Step 5Bullet1
b)      Cetak setengah cangkir Play Doh atau lempung pada permukaan dasar botol yang bergerigi untuk membentuk ujung yang membulat di bagian luar botol.
c)      Tutupi dengan selotip untuk menahannya.
6.      Isi botol dengan air. Tuangkan 1 liter air ke dalam botol
 Gambar berjudul Build a Bottle Rocket Step 6
7.      Buatlah lubang yang sangat kecil pada sebuah gabus. Pastikan lubang yang dibuat berukuran sebesar katup pompa sepeda.
Gambar berjudul Build a Bottle Rocket Step 7
8.      Masukkan gabus sumbat ke dalam mulut botol. Kita juga dapat mengecilkan gabus dengan tang untuk memuatnya.
Gambar berjudul Build a Bottle Rocket Step 8
9.      Pasangkan katup pompa sepeda ke dalam lubang pada gabus. Pastikan terpasang erat pada gabus.
Gambar berjudul Build a Bottle Rocket Step 9
10.  Balikkan roket pada posisi yang benar. Pegang pada bagian leher botol dan katup pompa sepeda, dan arahkan menjauhi wajah.
Gambar berjudul Build a Bottle Rocket Step 10
11.  Luncurkan roket botol. Pastikan kita sedang berada di ruang terbuka, di luar ruangan. Roket akan meluncur ke atas dengan cepat dan tinggi. Untuk meluncurkan roket
a)      Pegang roket pada leher botol dan pompa udara ke dalamnya. Roket akan meluncur saat gabus tidak lagi dapat menahan tekanan yang semakin besar di dalam botol
b)      Lepaskan botolnya. Air akan terpancar kemana-mana saat botol meluncur, jadi bersiaplah untuk sedikit basah.
c)      Jangan mendekati roket saat mulai memompa.
Gambar berjudul Build a Bottle Rocket Step 11 
 
 
 
Sumber : 
http://id.wikihow.com/Membuat-Roket-Botol

Senin, 21 Maret 2016

MEDIA PERMAINAN SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN FISIKA




TARIK TAMBANG

            Tarik tambang adalah permainan sederhana yang merupakan salah satu permainan yang digemari masyarakat Indonesia. Pada umumnya permainan tersebut termasuk permainan yang dilombakan atau bisa kita jumpai saat memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia di bulan Agustus. Permainan tersebut dapat dimainkan oleh setiap orang mulai dari anak-anak hingga orang tua. Hanya membutuhkan tanah lapang yang kosong dan Seutas tali tambang yang kuat, maka permainan tarik tambang dapat dilakukan. Peraturan permainannya sederhana, kelompok yang mampu menarik lawan melewati garis batas maka akan menjadi pemenangnya. Jumlah pemain setiap kelompoknya  bebas, tidak ada batasan, yang terpenting jumlah pemainya sama.
            Permainan tarik tambang jika kita amati, permainan tersebut merupakan permainan tarik-menarik antar kedua kelompok pemain. maka Konsep yang erat hubunganya dengan permainan tersebut adalah Hukum Newton tentang Gerak dan Gaya. Oleh sebab itu, bisa digunakan sebagai Media Pembelajaran yang menyenangkan dalam menyampaikan materi pembelajaran tentang gerak dan gaya.

Hukum 1 Newton menyatakan bahwa benda akan selalu mempertahankan keadaan awalnya, Jika awalnya benda diam, maka benda akan terus diam kecuali diberikan pengaruh gaya dari luar. Demikian pula jika benda bergerak, maka benda akan terus bergerak kecuali diberikan gaya yang menyebabkannya berhenti. Jadi jumlah gaya yang bekerja sama dengan nol.Hukum 1 Newton juga dikenal dengan hukum kelembaman

Hukum II Newton menyatakan bahwa gerakan sebuah benda dipengaruhi oleh besarnya gaya yang diberikan pada benda itu dan massa benda itu sendiri. Semakin besar Gaya yang diberikan, semakin cepat pula geraknya (Percepatan benda). Semakin besar massa benda , maka semakin lambat geraknya.

Hukum III Newton menyatakan jika sebuah aksi diberikan kepada benda, maka benda tersebut akan balik melakukan reaksi yang besarnya sama namun arahnya Berbeda.




Referensi :
Serway, Raymond A.dan John W. Jewett. (2010). Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid 1 (6th Edition).Terj.Chriswan Sungkono.Jakarta:Salemba Teknika.
Fisika Itu mudah Edisi ketiga , Yohannes Surya 

Senin, 14 Maret 2016

Materi Kuliah Media Pembelajaran

RAGAM DAN KLASIFIKASI MEDIA

A.    Ragam Media
Media dapat kita klasifikasikan ke dalam faktor beberapa faktor, diantaranya faktor presentasi, faktor warna, faktor ukuran, faktor gerak-diam atau bergerak, faktor bahasa, faktor keterkaitan antara gambar dan suara.
Menurut Kemp dan Dayton, ragam media dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu media cetak, media yang dipamerkan (displayed media), Overhead trans-parency (OHP), Rekaman Suara, Slide Suara dan Flim Strip, Presentasi Multi Gambar, video dan Film, dan Pembelajaran berbasis computer.
Sedangkan ragam media menurut Heinich dkk (2005) adalah sebagai berikut : media cetak, media pameran/displayed, media audio, gambar bergerak (motion pictures), media berbasis internet, dan multimedia.

B.     Klasifikasi Media
1.      Media Cetak
Media cetak relatif lebih murah jika dibandingkan dengan media lainnya dan sangat fleksibel. Contohnya yaitu Buku, Brosur, Leatflet, Handout, dsb. Media Cetak dapat berupa gambar, diagram, poster.
2.      Media Pameran
Media ini merupakan sarana infosmasi dan pengetahuan yang menarik. Media pameran dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : Realia (benda asli yang digunakan sebagai medium untuk memperoleh informasi, Model (Suatu benda yang  berperan menggantikan fungsi dari benda yang sebenarnya) dan Diorama (Pameran statis yang didesain untuk menyampaikan informasi tentang kenyataan nyata dalam 3 dimensi).
3.      Gambar bergerak
Gambar yang terintegrasi dengan unsure suara dan gerak. Contohnya yaitu Film dan Video.
4.      Multimedia
Multimedia adalah produk dari kemajuan Teknologi Digital dengan mengombinasikan beberapa unsure, diantaranya : teks, audio, grafis, video, animasi secara signifikan.
5.      Media Konvensional dan Media Modern
Media Konvensional adalah media yang belum menggunakan bantuan computer atau media yang masih menggunakan teknologi analog sebagai alat untuk mengirimkan dan menerima informasi. Contohnya : Surat kabar, tabloid, majalah dll.

Media Modern adalah Ragam media yang penggunaanya harus didukung dengan perangkat komputer. Contoh : Blog, Media sosial,Website dls.